
DI Usia yang sudah senja, sudah seyogyanya seorang manusia bersantai karena tenaga yang dimiliki tidak lagi banyak seperti ketika masih muda. Namun, terkadang ada beberapa orang yang masih mau bekerja dengan berbagai alasan. Entah tidak ingin memberatkan orang lain atau tidak tahu harus bergantung kemana. Sama seperti Kakek Slamet dan istrinya Nenek Surat. Di usia senjanya mereka mesti berjuang sekuat tenaga karena tidak memiliki anak sama sekali.
Sebetulnya sudah delapan kali Nenek Surat mengandung. Namun, buah cintanya dengan Kakek Slamet tidak pernah menjadi kenyataan. Rata - rata mereka gugur di dalam kandungan. Hingga akhirnya, di usia 70 tahun ini mereka harus menghadapi pahitnya hidup berdua. Kakek Slamet berjualan kerajinan bambu untuk menyambung hidup. Dengan penghasilan yang tidak seberapa. Setiap harinya Kakek Slamet berjualan Gedek alias tembok bambu. Dengan bermodalkan bambu yang dia dapat dari hutan dan kebun tetangga. Kakek Slamet mencoba merajut kembali sisa - sisa hidupnya.

Dengan modal sebesar Dua Belas Ribu Rupiah yang biasa dijadikan dua buah Gedek berukuran 2x4 meter. Kakek Slamet mencoba untuk menjual satu buah Gedek seharga Enam Puluh Ribu Rupiah. Namun, tak jarang orang - orang menawarnya dengan harga yang murah. Kakek Slamet pun tidak banyak mendapatkan untung dari berjualan Gedek ini. Untuk menutupi kebutuhan sehari - hari, Kakek Slamet juga mencoba untuk membuat kurungan ayam. Untuk satu buah kurungan ayam, Kakek Slamet menghargainya sebesar Delapan Ribu Rupiah.

Rupiah demi rupiah, mereka kumpulkan. Namun, untuk makanan sehari - hari. Tak banyak lauk yang bisa mereka beli. Hanya tempe busuk yang bisa mereka beli untuk makan sehari - hari. Bahan - bahan dapur pun tak ada. Mereka hanya bisa makan dengan bahan seadanya. Sebetulnya Nenek Surat dulu pernah mencari uang dengan menjadi buruh cuci. Namun, sudah 10 tahun dirinya tidak menjadi buruh cuci lagi. Tangannya yang keriput sudah tak kuat lagi dipakai untuk mencuci baju - baju.
Untuk menyambung hidup mereka mengerjakan apa saja. Mulai dari merawat kambing tetangga, berternak ayam dan membuka jasa pijat keliling. Di usia yang senja, mereka masih harus berjibaku dengan kerasnya hidup. Namun, Kakek Slamet menegaskan dirinya tidak akan berbuat curang sepanjang hidupnya. Dirinya akan terus mencoba menyenangkan hati Nenek Surat. Karena, bahagia itu bisa dimulai dari hal sederhana. Itulah resep yang membuat hubungan mereka awet hingga setengah abad !
Sumber : Youtube